Nama : Sofi Hayu Desbiana Irda Lestari
Nim : 43115120016
Fakultas / Jurusan : FEB / Manajemen
Dosen Pengampu : Hapzi, Prof. Dr. MM
E-Learning
Pengertian E-learning
Adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis
elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan
dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam
bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang
lebih luas yaitu internet.
Efektivitas
E-Learning Dalam Proses Pembelajaran
E-Learning seperti dikatakan diatas memang sangat
membantu baik bagi pengajar dalam menyediakan materi pelajaran, maupun bagi
siswa dalam mempelajari materi yang diajarkan. Keberadaan E-Learning ini
dianggap sangat penting dalam menunjang kurangnya materi pelajaran pada waktu
tertentu, misalnya pada saat siswa dispensasi mewakili sekolahnya di ajang
tertentu. Karena kesibukkannya latihan sehingga mengorbankan waktunya untuk
belajar, siswa tersebut akan ketinggalan materi pelajaran. Untuk itulah
E-Learning dapat menjadi alternatif untuk mengejar materi yang tertinggal
karena kesibukan latihan.
E-Learning dapat menjadi efektif apabila adanya kerjasama antara pengajar dan siswanya untuk mensukseskannya, tanpa salah satu dari keduanya keberadaan E-Learning tidak akan berjalan secara lancar. Untuk itulah diperlukan komunikasi yang erat antar keduanya. Selain dari itu, efektivitas E-Learning juga didukung oleh keahlian dan kreativitas pengajar dalam meracik materi yang akan disampaikan. Hal ini juga termasuk pada keahlian pengajar dalam mengoperasikan perangkat elektronik.
Terkadang E-Learning juga menjadi beban bagi para pengajar yang belum menguasai operasional perangkat elektronik. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Pendidikan terkait banyak melakukan pelatihan bagi guru-guru yang belum menguasai operasional perangkat elektronik, terlebih untuk daerah terpencil. Selain langkah tersebut, para pengajar dapat memanfaatkan situs jejaring sosial untuk bertukar pikiran mengenai pengalaman mengajarnya, seperti di Grup Asosiasi Guru Matematika Indonesia.
Efisiensi Proses Pembelajaran Menggunakan E-Learning
E-Learning dapat menjadi efektif apabila adanya kerjasama antara pengajar dan siswanya untuk mensukseskannya, tanpa salah satu dari keduanya keberadaan E-Learning tidak akan berjalan secara lancar. Untuk itulah diperlukan komunikasi yang erat antar keduanya. Selain dari itu, efektivitas E-Learning juga didukung oleh keahlian dan kreativitas pengajar dalam meracik materi yang akan disampaikan. Hal ini juga termasuk pada keahlian pengajar dalam mengoperasikan perangkat elektronik.
Terkadang E-Learning juga menjadi beban bagi para pengajar yang belum menguasai operasional perangkat elektronik. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Pendidikan terkait banyak melakukan pelatihan bagi guru-guru yang belum menguasai operasional perangkat elektronik, terlebih untuk daerah terpencil. Selain langkah tersebut, para pengajar dapat memanfaatkan situs jejaring sosial untuk bertukar pikiran mengenai pengalaman mengajarnya, seperti di Grup Asosiasi Guru Matematika Indonesia.
Efisiensi Proses Pembelajaran Menggunakan E-Learning
Untuk memperoleh suatu hal diperlukan suatu biaya
untuk mendapatkannya, sama halnya dalam proses pembelajaran. Metode E-Learning
dapat menekan biaya yang akan dikeluarkan selama proses pembelajaran, misalnya
saja dalam proses mengerjakan tugas. Biasanya dalam mengerjakan tugas siswa
diharuskan untuk mengerjakannya dalam bentuk Hardcopy dengan
mem-print tugasnya tersebut. Akan tetapi dengan adanya E-Learning, tugas pun
dapat dikrimkan dalam bentuk Softcopy dengan mengirimkan lewat
e-mail. Hal ini tentu dapat menekan biaya untuk membuat tugas.
Menurut
Smaratungga, 2009
Manfaat
E-learning :
a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara
peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).
b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran
dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
c. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
(potential to reach a global audience).
d. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi
pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Manfaat
Bagi Peserta Didik :
Belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah
miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh
sekolahnya,
Mengikuti program pendidikan keluarga di rumah (home
schoolers) untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan
oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang
komputer,
Merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik
yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus
sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, yang
dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah
atau bahkan yang berada di luar negeri, dan
Tidak tertampung di sekolah konvensional untuk
mendapatkan pendidikan.
Manfaat
Bagi Instruktur :
Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan
belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan
keilmuan yang terjadi,
Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna
peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih
banyak,
Mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan
instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang
dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik
tertentu dipelajari ulang,
Mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan
soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan
Memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan
hasilnya kepada peserta didik.
Menurut Triluqman,
2007
Kelebihan
E-Learning :
Kurangnya interaksi antara pendidik dan peserta
didik bahkan antar-peserta didik itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa
memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.
Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek
sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis.
Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah
pelatihan daripada pendidikan.
Berubahnya peran pendidik dari yang semula menguasai
teknik pembelajaran konvensional.
Peserta didik yang tidak mempunyai motivasi belajar
yang tinggi cenderung gagal.
Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin
hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun
komputer).
Kurangnya penguasaan komputer.
No comments:
Post a Comment