Nama : Sofi Hayu
Desbiana Irda Lestari
Nim : 43115120016
Fakultas / Jurusan :
FEB / Manajemen
Dosen Pengampu : Hapzi,
Prof. Dr. MM
PENGERTIAN, TAHAPAN, MANFAAT DAN
DAMPAK SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN ATAU DECISION SUPPORT SYSTEM
1.
Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi
berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen
pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang
mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan
dari masalah semi terstruktur yang spesifik.
Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung
analisis adhoc data, pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi
perencanaan masa depan yang digunakan pada saat-saat yang tidak biasa. Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan sumber-sumber kecerdasan
individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan dan
menjadi sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan
keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur.
Dengan pengertian
diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang
membantu pengambil keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah
diolah secara relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu
masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak
dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan
keputusan.
2.
Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Secara global dapat
dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk
meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan
alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik,
sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi.
Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga
dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang
Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas (do the right things) dan
efesiensi (do the things right) dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian
penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan
efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada efisiensinya.
3.
Tahapan DSS :
Tahap-tahap dalam
pengambilan keputusan antara lain adalah :
• kegiatan
intelijen,
• kegiatan
merancang,
• kegiatan
memilih dan menelaah.
4.
Manfaat DSS :
Meningkatkan efisiensi
pribadi
Mempercepat pemecahan
masalh (mempercepat pemecahan masalah kemajuan dalam sebuah organisasi)
Memfasilitasi
komunikasi antarpribadi
Mempromosikan
pembelajaran atau pelatihan
Meningkatkan
pengendalian organisasi
Menghasilkan bukti baru
untuk mendukung keputusan
Menciptakan keunggulan
kompetitif melalui kompetisi
Mendorong eksplorasi
dan penemuan pada bagian dari pengambilan keputusan
Mengungkapkan
pendekatan baru untuk berpikir tentang masalah ruang
Membantu mengotomasikan
proses manajerial.
Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.
Mengurangi kebutuhan akan training.
Meningkatkan kontrol manajemen.
Memfasilitasi komunikasi.
Mengurangi usaha yang harus dikerjakan user.
Mengurangi biaya.
Memberikan banyak pilihan tujuan pengambilan keputusan.
Dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.
Mengurangi kebutuhan akan training.
Meningkatkan kontrol manajemen.
Memfasilitasi komunikasi.
Mengurangi usaha yang harus dikerjakan user.
Mengurangi biaya.
Memberikan banyak pilihan tujuan pengambilan keputusan.
5.
Contoh Implementasi DECISION SUPPORT SYSTEM
Penanganan jalan Lintas
Timur Sumatera
Jaringan jalan utama di
Pulau Lintas Timur Sumatera dibentuk oleh tiga jalan utama yaitu Lintas Timur,
Lintas Tengah dan Lintas Barat. Pada Jalan Lintas Timur Sumatera, banyak
terdapat ruas jalan dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat yang
sewaktu-waktu berpotensi terputus.
Kerusakan jalan yang
progresif terjadi karena terlambatnya penanganan perbaikan dan terbatasnya
dana. Selama ini penanganan Jalan Lintas Timur dilakukan secara manual sehingga
diperlukan sistem informasi yang membantu penanganan dalam membuat sebuah
keputusan.
Akhirnya karena
berkembangnya teknologi terciptalah aplikasi LTDSS (Lintas Timur Decision
Support System) merupakan aplikasi Decision Support System (DSS) untuk
penanganan jalan Lintas Timur Sumatera. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan
Visual Basic 6.0, Ms. Access 2000 dan Crystal Reports 8.5.
Aplikasi LTDSS
membutuhkan input berupa data ruas, data seksi, data kondisi, data lalu lintas,
data perencanaan serta data biaya. Proses yang dilakukan mengacu pada MAK
(Metode Analisis Komponen). Output yang dihasilkan berupa alokasi dana tiap
propinsi dan jenis penanganan jalan untuk tiap ruas serta dapat diketahui umur
layan dari jalan yang ditinjau. Aplikasi ini lebih mirip seperti GPS, namun
lebih terspesifikasi untuk daerah Sumatra.
6.
Dampak Bagi Perusahaan Yang Tidak Menginplementasikan Sistem DSS :
• Tidak
Dapat atau kesulitan menyelesaikan problem yang kompleks
• Sistem tidak dapat berinteraksi dengan pemakainya
• Masalah-masalah semi struktur belum dapat dipecahkan
• tidak dapat memberi keputusan yang lebih efektif
• Sistem tidak dapat berinteraksi dengan pemakainya
• Masalah-masalah semi struktur belum dapat dipecahkan
• tidak dapat memberi keputusan yang lebih efektif